Rantauprapat, 10 Agustus 2026
Bertempat di Auditorium Dr. H. Amarullah Nasution, S.E., MBA, Universitas Labuhanbatu (ULB) menyelenggarakan acara pelepasan 932 mahasiswa KKN Reguler. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dihadiri oleh Rektor ULB, Assoc. Prof. Ade Parlaungan Nasution, Ph.D, beserta jajaran rektorat, para dekan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), kepala desa, dan seluruh mahasiswa peserta yang siap mengabdi di masyarakat.

Bagi perguruan tinggi, KKN merupakan wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dituntut untuk bertransformasi dari sekadar pembelajar menjadi pemecah masalah (problem solver) atas berbagai tantangan yang dihadapi warga desa.
Kuliah Kerja Nyata ini dijadwalkan berlangsung selama sebulan penuh, dari 12 Agustus sampai 12 September 2026. Para mahasiswa peserta KKN akan disebar ke 32 desa di empat kabupaten berbeda, yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, dan Rokan Hilir.

Dalam sambutannya, Rektor ULB, Assoc. Prof. Ade Parlaungan Nasution, Ph.D, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat. Beliau berpesan agar seluruh peserta KKN dapat menjaga nama baik almamater, beradaptasi dengan kearifan lokal, serta memberikan kontribusi nyata melalui ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah.
“KKN bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan wujud nyata pengabdian dan penerapan ilmu pengetahuan untuk membantu memecahkan berbagai persoalan di masyarakat. Jaga integritas, etika, dan berikan dampak positif bagi desa tempat kalian mengabdi,” ujar Rektor.


Prosesi penyerahan atribut KKN secara simbolis melalui penyematan topi dan pemakaian jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa menjadi puncak acara pelepasan. Penyerahan atribut tersebut menandai diberangkatkannya seluruh rombongan mahasiswa menuju lokasi pengabdian masing-masing.
Melalui pelepasan ini, Universitas Labuhanbatu berharap kehadiran 932 mahasiswa KKN di 32 desa tersebut tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata serta dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan masyarakat setempat.
